PT. Kawasan Industri Wijayakusuma

(Persero)


Prospek Investasi di Jawa Tengah                                                                                                                                                                                                                                Welcome to Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Central Java Indonesia                                                                                                                                                                                                                                




Lihat PT. Kawasan Industri Wijayakusuma di peta yang lebih besar

 Company Info >>

PT.  Kawasan Industri Wijayakusuma ( Persero ) adalah sebuah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha : Penjualan kapling industri dan persewaan gudang “.


Didesain dengan konsep kawasan industri yang terpadu, mandiri ramah lingkungan, bebas banjir dan siap pakai yang meliputi seluas 250 Ha.


Terletak ditepi jalan raya ekonomi utama Jakarta – Semarang, membuat kawasan ini menjadi kawasan yang strategis di Semarang.

 

Wijayakusuma Industrial area or PT. Kawasan Industri Wijayakusuma (PT.KIW),  is  owned by the country (BUMN) in the business are the sale of Industrial Plot and rend of Warehouse.

 

KIW has been designing with Industrial area concept which are united, independent, environmental - friendly, flood free and ready to use. The area covers 250 Ha.

 

It is located in the side of main economic road of Semarang - Jakarta, making the area be the most strategic Industrial Area in Semarang.

 

 


 Informasi >>
Proyek Tol Atas Laut Pantura
Posting Date : 11 - 04 - 2014 | 14:07:50

Menteri PU Minta Dua Syarat untuk Proyek Tol Atas Laut Pantura

 

 

Jakarta -Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Djoko Kirmanto menegaskan konsorsium 19 BUMN harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum izin dari Kemeterian PU untuk proyek tol atas laut di Pantai Utara Jawa (Pantura) terbit.

"Syaratnya ya sudah ada FS (feasibility study/studi kelayakan) nya, ada analisis dampak lingkungan (AMDAL), kalau sudah semua, dan ternyata dua-duanya baik, bisa dibangun ya kita terima, itu saja," ujar Djoko ditemui di Ruang Pendopo, Kementerian PU, Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Sebagai Menteri PU, Djoko menegaskan akan mempersilakan kepada pemrakarsa proyek untuk mengajukan izin ke kementeriannya. "Saya ya kalau ada yang mau bangun jalan tol atas laut di Pantura ya silakan, sampaikan ke kita, nanti kita lihat," katanya.

Ia mengatakan proyek jalan tol Trans Jawa lebih baik, karena saat ini sudah berjalan meski terhambat karena pembebasan lahan. "Kalau Trans Jawa itu kan kontraknya sudah ada, tinggal kita proses saja, begitu pembebasan tanah selesai, pekerjaan dimulai," ujarnya.

Orang nomor satu di Kementerian PU ini menegaskan tidak melarang, jika ada pihak yang mau membangun jalan tol di Pantura asalkan proyeknya layak.

"Silakan saja, itu nanti layak dibangun atau tidak, ditentukan oleh feasibility study. Kalau Anda sebagai investor baru yang ingin bangun jalan tol, sebelum bangun kan harus FS dulu, nanti kendaraan pada lewat tol saya atau jalan tol yang sekarang (Trans Jawa) dibangun, kan begitu. Ternyata feasible ya kita akan beri izin, you bangun jalannya," ungkapnya.

Konsorsium 19 BUMN saat ini berencana untuk membangun jalan tol di atas laut sepanjang jalur Pantai Utara Cirebon-Surabaya, dengan nilai proyek sebanyak Rp 140 triliun. Saat ini pra studi kelayakan (Pra FS) sudah keluar, yang akan dilanjutkan untuk studi kelayakan (FS) khususnya untuk ruas Semarang-Surabaya, termasuk di dalamnya dikaji kelayakan AMDAL dan lainnya.

 

Berikut data Tol Trans Jawa hingga 19 Maret 2014.

Cikampek-Palimanan (116 km) progres tanah 100%, progres konstruksi 21%
Pejagan-Pemalang (58 km) progres tanah 34,6%, progres konstruksi 0%
Pemalang-Batang (39 km) progres tanah 1,96%, progres konstruksi 0%
Batang-Semarang (75 km) progres tanah 3,33%, progres konstruksi 0%
Semarang-Solo (73 km) progres tanah 39,39%, progres konstruksi 0%
Solo-Ngawi (90 km) progres tanah 86,35%, progres konstruksi 11,98%
Ngawi-Kertosono (87 km) progres 59,74%, progres konstruksi 0%
Kertosono-Mojokerto (41 km) progres tanah 87,46%, progres konstruksi 47,72%
Mojokerto-Surabaya (36 km) progres tanah 71,67%, progres konstruksi 37,39%
 Sumber : Catatan Dahlan Iskan

 


Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang Sambut Investor
Posting Date : 10 - 04 - 2014 | 15:48:37

Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang Sambut Investor

 

Bisnis.com, SEMARANG - Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang siap menyambut para investor baru untuk mengembangkan bisnis di Jawa Tengah di area kelola seluas 250 hektare. 

Direktur Utama PT KIW Persero Mohamad Djajadi mengatakan kawasan yang dikelolanya terus membenahi dan mengelola infrastruktur guna memajukan industri. 

"Total pengembangan lahan mencapai 250 Ha, yang sudah dibebaskan 181,88 Ha untuk kawasan industri di satu lahan yang siap menerima investor baru," jelasnya dalam audiensi di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/4). 

KIW diketahui telah memroses pengembangan dua perusahaan garmen yang menanamkan modal masing-masinh diatas Rp10 miliar. Kepastian masuknya industri garmen itu ditengarai juga terpengaruh lebih rendahnya upah tenaga kerja di Jateng. 

Djajadi menyatakan, saat ini KIW telah menyerap 13.750 tenaga kerja dengan dukungan sarana prasarana kawasan industri yang diharapkan memenuhi standar manufaktur. 

"KIW mengelola terpadu dari infrastruktur, penerangan, pengelolaan limbah pabrik yang dilakukan bersama dengan pihak investor," tambahnya. 

Selain mendorong optimalisasi KIW, badan usaha milik negara itu telah siap mengembangkan kawasan industri baru di Kabupaten Grobogan pada 2016. Wilayah itu dinilai strategis dekat dengan jalur pantai utara Jawa dengan akses tidak terlalu jauh dari Pelabuhan dan Bandara di Semarang. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut baik rencana pengembangan kawasan industri beserta upaya optimalisasi kawasan sebagai langkah nyata mendorong investasi daerah. 

Ganjar meminta KIW bersama dengan pemerintah setempat berkomitmen mengupayakan peningkatan dan penjaminan kesejahteraan pekerja. 

"Jaminan sosial kepada tenaga kerja yang baik pastinya perlu diimbangu pengelolaan dan kontrol kawasan industri dengan tertata," ujarnya. 

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan melalui pengelolaan limbah industri serta tata ruang. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Yuni Astuti terus mendorong masuknya investor baru ke dalam satu kawasan ekonomi. 

"Kawasan industri di Jawa Tengah hanya ada 7, kurang banyak dan kami terus menyarankan investor untuk masuk kawasan," jelasnya. 

Selain KIW, lima kawasan lain juga berada di Kota Semarang dan satu di Cilacap. Adapun wilayah yang berpotensi mengembangankan kawasan industri yakni Kendal, Boyolali, Demak dan Grobogan.(Pamuji Tri Nastiti)

 


Dahlan
Posting Date : 02 - 04 - 2014 | 14:52:15

 

Tol atas laut Pantura Semarang-Surabaya siap dibangun

 

 

 

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terus meneruskan ambisinya untuk membangun tol atas laut Pantura dari Jakarta-Surabaya. Konsorsium 19 BUMN disebut telah menyelesaikan studi kelaikan di ruas Semarang-Surabaya.

Menurut Pak Dahlan, panjang tol Semarang-Surabaya sekitar 300 kilometer sudah visible atau dimungkinkan untuk dibangun. Rencana pembangunan juga sudah dipresentasikan oleh konsorsium BUMN yang diketuai Jasa Marga.

"Tol atas laut studi tahap satu sudah dipresentasikan. Visible karena akan dikombinasikan dengan kawasan industri. Semarang-Surabaya 300 Km. Separoh di atas laut, itu di Tuban, Lamongan," ucap Dahlan di Gedung BRI Pusat, Jakarta, Rabu (2/4).

Pembangunan tol ini akan menelan biaya Rp 50 triliun yang dibiayai oleh konsorsium perbankan BUMN. Dalam waktu dekat, Dahlan akan mengurus perizinan ke Kementerian PU dan melanjutkan studi pembangunan di ruas tol berikutnya dari Cirebon-Semarang.

"Perizinan nanti diurus. Rp 50 triliun tahap satu. Harus ada studi amdal, segi kemampuan mencari dana ga ada masalah. Nanti dibicarakan lagi ruas mana yang dibangun duluan. Kalau investasi Jakarta - Surabaya Rp 150 triliun. Leadnya jasa marga," tutupnya singkat.

 

[bim]

 


Lowongan Kerja Teknik Sipil BUMN 2014
Posting Date : 11 - 03 - 2014 | 14:22:59

Lowongan Kerja Teknik Sipil BUMN 2014

 

 

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) Semarang  membutuhkan 1 (Satu) orang Karyawan Tetap untuk Bagian Teknik, dengan kriteria sebagai berikut :

 

 

  1. Kualifikasi Pendidikan : S1 Teknik Sipil
  2. Kriteria umum :
    1. Laki-laki
    2. IPK minimal 2,75
    3. Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN PT) min B
    4. Menguasai komputer minimal Microsoft Office, Autocad, program struktur SAP
    5. Usia maksimal 30th pd bln maret 2014
    6. Diutamakan dpt berbahasa inggris (lisan & tulisan)
    7. Menguasai struktur bangunan,jembatan termasuk pondasi
    8. Menguasai pengukuran dengan alat theodolit & waterpass 

 

Surat Lamaran dikirim via pos  ditujukan Kepada Yth : Manager SDM dan Umum PT. KIW (Persero) Jl. Raya Semarang-Kendal Km. 12 Semarang, selambat-lambatnya Cap Pos tanggal 21 Maret 2014 dengan mencantumkan nomor HP/Telp yang bisa dihubungi serta melampirkan :

 

  1. Fotocopy ijazah
  2. Curriculum Vitae (CV)
  3. Pas Foto ukuran 4x6= 2 lembar
  4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

 


Kawasan Industri Wijayakusuma Siap Sambut Investor
Posting Date : 10 - 01 - 2014 | 10:30:24

 

Kawasan Industri yang berlokasi di Jl Raya Semarang - Kendal KM 12 saat ini menjadi salah satu lokasi " jujugan " para investor pabrik tekstil yang akan membuka usahanya di Jawa Tengah. Pertimbangan utama pemilik modal industri garment mengalihkan usahanya ke wilayah ini adalah upah buruh yang jauh lebih murah. Bila dibandingkan dengan Jakarta dan Jawa Barat dengan upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) rata-rata Rp 2,2 juta, Provinsi  ini rata-rata Rp 1,2 juta, atau ada selisih Rp 1 juta.

 

" Coba saja dihitung, seandainya ada 1.000 pekerja dikalikan Rp 1 juta setiap bulan, tentu jumlah yang tidak sedikit. Apalagi industri garmen rata-rata pekerjanya bisa lebih dari 2 ribu orang, " ungkap President Direktor PT KIW (Persero), Mohamad Djajadi didampingi Manager Pemasaran Bambang Setiawan di kantornya, pekan lalu. Djajadi mengakui, saat ini paling tidak ada 2 perusahaan dari Jakarta yang sudah memastikan untuk masuk atau pindah ke KIW yakni satu grup dari Apparel dan satu lagi dari Jakarta. Untuk investasi sektor ini, rata-rata pemodal akan menanamkan dananya minimal 10 miliar, " Satu pabriknya akan menyerap karyawan hingga 2.500 orang. Tetapi yang menjadi masalah adalah justru sekarang ini ketersediaan tenaga kerja garmen yang kurang, " jelasnya.

 

Suasana Kondusif

 

Beliau menambahkan, meski upah rendah menjadi faktor penarik investor masuk ke Jawa Tengah. Sebab, bisa saja mereka ke Jawa Timur yang upah buruhnya hampir sama, tetapi karena pertimbangan kondusivitas keamanan membuat investor garment semakin optimis akan masa depan usahanya di sini.

 

" Selain itu, karakter pekerja dari Jawa Tengah lebih disukai karena terkenal tekun dan rajin, " papar dia. Di KIW sendiri sekarang sudah ada 55 perusahaan yang menjalankan kegiatanya. Dari jumlah tersebut 15 diantaranya adalah Penanaman Modal Asing (PMA) Adapun kegiatan usahanya, antara lain bergerak di bidang makanan, minuman, distribusi, garmen hingga komponen elektronik. Total lahan yang tersedia saat ini sekitar 100 hektare, dan tingkat isian sudah mencapai 70 %, dengan adanya relokasi pabrik tekstil ke Jawa Tengah.

 

Djajadi memperkirakan dalam dua tahun kedepan akan terisi 100%. oleh karena itulah, dalam cetak biru perusahaan milik BUMN tersebut, dalam lima tahun kedepan dari izin lokasi seluas 250 hektare akan dimaksimalkan. " Perbankan sudah sangat mendukung dalam hal pembiayaan, tinggal menunggu action yang segera kita lakukan, " jelasnya. Kawasan Industri yang mulai beroperasi di Semarang sejak tahun 1994 ini, kini menjadi salah satu Kawasan yang mendapat tempat di hati investor. Selain invrastruktur jalan Kawasan yang selalu dijaga selalu mulus dan bebas banjir, KIW yang satu-satunya yang memiliki unit Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPAL) di Semarang.

 

Kami selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan tenant, pelayanan maksimal hingga perizinan Kawasan Industri yang lengkap sesuai aturan pemerintah, " ujarnya. Bahkan, lanjut dia, sejauh ini belum ada komplain dari tenant. Sebab, pihaknya selalu menginstuksikan untuk memperhatikan semua aspek pelayanan. " Kalau kita menemukan ada jalan yang berlubang sedikit saja, kami sesegera mungkin memperbaikinya jangan sampai muncul keluhan, baru ditindak lanjuti, ujarnya. Sebab, tegas dia persaingan saat ini bukan dengan perusahaan sejenis di Semarang atau di Indonesia tetapi dengan negara lain di Asia Tenggara seperti Myanmar yang juga gencar menarik investor dengan berbagai pelayanan di Kawasan Industrinya, " itu yang menjadi ancaman persaingan terbesar saat ini, " papar Djajadi.

 

Beberapa Kendala


Oleh sebab itu, menurut dia, beberapa hal yang menjadi kendala pengembangan kawasan industri ini perlu mendapat perhatian pemerintah. Antara lain harga pembebasan tanah di sekitar KIW yang semakin tinggi. Terbatasnya, materi tanah urug untuk pematangan lahan. Persoalan adalah biaya perizinan yang dirasakan paling tinggi dibanding wilayah lain. Kemudian, tidak adanya kepastian waktu penyelesaian beberapa pengurusan perizinan misalnya sertifikasi di BPN, KRK (Keterangan Rencana Kota) dan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) di Pemerintah Kota Semarang. Bahkan, untuk KRK ada batas waktu masa berlakunya lima tahun, dan harus diperbaharui dengan biaya yang tidak sedikit. " Aturan bagi Kawasan Industri sangat tidak tepat karena pengembangan Kawasan Industri jangka panjang. Oleh sebab itu, jika setiap tahun harus memperbaharui dan biayanya mahal tentu menjadi kendala tersendiri, " tandasnya. Permasalahan diluar kawasan industri yang saat ini belum teratasi  adalah kemacetan lalu lintas di daerah Semarang Barat dari arah Mangkang ke Kalibanteng. Oleh sebab itu pihaknya berharap percepatan pembangunan jalan lingkar utara (Kaliwungu - Terboyo).  Sumber  :  (Majalah Central Java Business Forum Edisi 13/2013.)