PT. Kawasan Industri Wijayakusuma

(Persero)


Menjual Kavling Industri dan menyewakan Bangunan Pabrik Siap Pakai BPSP kontak kami Agus Santosa 081 228 507 00, Aris Marwiyanto 081 590 447 25                                                                                                                                                                                                                                Menjadi Pengembang Kawasan Industri yang Handal                                                                                                                                                                                                                                




Lihat PT. Kawasan Industri Wijayakusuma di peta yang lebih besar

 Company Info >>

PT.  Kawasan Industri Wijayakusuma ( Persero ) adalah sebuah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha : Penjualan kapling industri dan persewaan gudang “.


Didesain dengan konsep kawasan industri yang terpadu, mandiri ramah lingkungan, bebas banjir dan siap pakai yang meliputi seluas 250 Ha.


Terletak ditepi jalan raya ekonomi utama Jakarta – Semarang, membuat kawasan ini menjadi kawasan yang strategis di Semarang.

 

Wijayakusuma Industrial area or PT. Kawasan Industri Wijayakusuma (PT.KIW),  is  owned by the country (BUMN) in the business are the sale of Industrial Plot and rend of Warehouse.

 

KIW has been designing with Industrial area concept which are united, independent, environmental - friendly, flood free and ready to use. The area covers 250 Ha.

 

It is located in the side of main economic road of Semarang - Jakarta, making the area be the most strategic Industrial Area in Semarang.

 

 


 Informasi >>
Larangan Pemberian Hadiah
Posting Date : 17 - 07 - 2014 | 08:56:40

 

KOMITMEN PT KIW (PERSERO)

TENTANG

LARANGAN PEMBERIAN  HADIAH KEPADA INSAN

 PT KIW (PERSERO)

 

Sesuai komitmen PT KIW (Persero) dalam menegakkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dan etika bisnis yang baik, dengan ini diberitahukan kepada semua stakeholders PT KIW (Persero) untuk tidak memberikan hadiah atau gratifikasi dalam bentuk apapun, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada Dewan Komisaris, Direksi, karyawan PT KIW (Persero).

 

Pihak-pihak yang mengetahui pelanggaran terhadap komitmen PT KIW (Persero) ini, dimohon untuk melaporkan melalui sarana pengaduan / whistle-blower   system di telepon 082-227-712-531 atau go_kiw@yahoo.com dengan sekurang-kurangnya mencantumkan identitas dan unit kerja insan PT KIW (Persero) yang menerima hadiah atau gratifikasi tersebut.

 

Kami sangat berterimakasih dan menghargai seluruh stakeholders  PT KIW (Persero) dalam menegakkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dan etika bisnis yang baik.

 

                                                                 Semarang , 17 Juli 2014

                                                                       PT KIW (Persero)

 

 

                                                                                Direksi


Pengertian Kawasan Industri
Posting Date : 13 - 06 - 2014 | 15:46:24

Pengertian Kawasan Industri dan Zona Industri

 

 Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  

Secara umum Masyarakat luas,  kadang belum bisa  membedakan Istilah Kawasan Industri dan Zona Industri dan bahkan dilingkungan dilingkungan pemerintah pun sering muncul kerancuan antara  Kawasan Industri (Industrial Estate) dengan Zona Industri (Industrial Zone ) pada kenyataanya yang terjadi di lapangan bahwa secara fisik bahwa Kawasan Industri itu telah berdiri sebelum regulasi yang mengatur tentang Kawasan Industri itu disahkan oleh pemerintah.

 

Berikut menurut penuturan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  Bapak Sanny Iskandar bahwa “ Konsep tentang Kawasan Industri dalam buku yang ditulis oleh William Bredo berjudul “ Industrial EstateTool for Industrialisation “ (Standford Research Institute, Menlo Park California 1960) ditulis sebagai berikut “ An Industrial Estate is a tract of land which is subdivided and developed according to comprehensive plan for the use of  community of industrial interprise the plan must make derails provision for the street and roods, transportation facilities and installation of utilities. The plan may provide for the erection of factory building in advance of sale or lease to occupants.

 

The plan must insure adequate control of the site and building through zoning, through private restrictions incorporated as legal requirement in the deeds of sale or lease, and through the provision of continuing management, all with a view to protecting the investment of both developer of estate and the tenants”

 

Sejarah perkembangan Kawasan Industri,  pada tahun 1960 konsep tersebut banyak diadopsi oleh Negara – negara  Asia yang akan mengembangkan Industrinya  seperti, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Singapura, India kemudian merambah ke Malaysia dan Indonesia.

 

Laju perkembangan Investasi dunia pada saat itu mulai bergerak di awal tahun 1970an sudah mulai memasuki kawasan Asia Pasifik Tengah. Kemudian situasi saat itu dimanfaatkan oleh Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. Mereka mulai menarik manfaat yang luar biasa mulai rancangan investasi dan pembangunan model Kawasan Industri ( Industrial Estate ) atau Kawasan Berikat (Bonded Zone), sehingga pertumbuhan industri manufaktur mulai berkembang.

 

Pembangunan Kawasan Industri yang kuat memerlukan berbagai infrastruktur seperti pengadaan lahan dan pendukungnya adalah Pelabuhan, Jalan, Listrik, telekomunikasi dan sejumlah fasilitas pendukung yang diperlukan bagi para  investor.

 

Penerapan kebijakan dinegara-negara tersebut dipaket dengan kebijakan yang sangat menarik serta dianggap mampu merangsang pertumbuhan investasi seperti Tax Holiday, One stop service dan sebagainya.  Pemerintah juga memberikan dukungan langsung pada tahap pengembangan  maupun pengelolaan Kawasan Industri. Keberadaan Kawasan Industri langsung dibawah badan atau Kementerian sehingga koordinasinya lebih mudah dalam pengadaan infrastuktur, pembuatan kebijakan dan kegiatan-kegiatan lain.

 

Di Indonesia pada tahun 1970an baru hanya dikenal oleh kalangan yang sangat terbatas Pemerintah membangun Kawasan Industri Pulogadung (JIEP) dengan tujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta, kemudian konsep ini berkembang ke daerah-daerah seperti di Jawa Tengah , Kawasan Industri Cilacap (KIC) kemudian sekarang berubah menjadi Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) di Surabaya ada (SIER dan PIER)  di Medan ada (KIM) dan di Makasar ada (KIMA).

 

Tahapan  ini adalah pra Kepres No. 53/1989 disebut dengan fase  pertama kemudian Pasca Kepres No. 53/1989 (1989-2009) dengan adanya keterlibatan sektor swasta pada pase ketiga yaitu pasca PP No 24/2009 (tahun 2009 dst). Adanya kewajiban Industri baru masuk Kawasan Industri.

 

Yang Membedakan antara Kawasan Industri dan Zona Industri yaitu secara resmi yaitu istilah Kawasan Industri diatur dalam Keputusan Presiden No. 53tahun 1989 tentang Kawasan Industri definisi ini sampai sekarang tetap sama dan terakhir dimuat dalam Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2009 adalah sebagai berikut :

 

 “ Kawasan Industri  adalah Kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri ”.

 

“Sedangkan kawasan pemukiman Industri didefinisikan sebagai bentangan lahan yang diperuntukan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan”.

 

Pemerintah telah menerbitkan PP No 24 tahun 2009 tentang kawasan industri dimana setiap perusahaan industry baru wajib berlokasi di dalam Kawasan Industri.( Sumber Info HKI disunting oleh Hartono)

 


Tenaga Handal untuk Pekerja Industri
Posting Date : 13 - 05 - 2014 | 10:25:49

 

Siapkan Tenaga Handal untuk Kawasan Industri

 

 

Dari Kiri : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Gubernur Jawa Tengah, Komisaris Utama dan Direktur Utama PT KIW 

 

 

SEMARANG - Sejumlah pengusaha masih mengeluhkan kurangnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) siap pakai. Padahal investasi di Jawa Tengah berkembang semakin pesat. Seperti yang disampaikan perwakilan PT Aparel One Indonesia Deni, pada Business Gathering se-Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dengan Gubernur Jawa Tengah, di KIW, Rabu (7/5).

 

Menurutnya, perusahaan garmen yang dikelolanya terus berkembang. Karenanya dibutuhkan tenaga kerja terampil yang cukup banyak. Pada tahun ini setidaknya dibutuhkan 2.000 karyawan. Dan pada tahun depan, karyawan yang dibutuhkan mencapai 3.000 orang. Namun, pihaknya kesulitan mencari tenaga kerja terampil di bidang garmen.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan ketrampilan (LPK). Bahkan perusahaan tersebut juga telah mendirikan training center. "Tapi kami masih kekurangan orang. Padahal infrastruktur, investor, dan buyers sudah oke. Tinggal man power-nya. Kami mohon agar Pak Gubernur bisa membantu," kata dia.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mencetak tenaga handal untuk disalurkan ke perusahaan. Apalagi, permintaan tenaga kerja siap pakai semakin meningkat seiring bergesernya investasi ke provinsi ini. Khusus untuk tenaga di bidang garmen, pemerintah provinsi secara rutin menyelenggarakan pelatihan singkat secara gratis. Cara semacam itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan garmen sekaligus mengurangi pengangguran di Jawa Tengah.

 

"Pola semacam itu terus saya dorong. Sebenarnya saya heran, banyak perusahaan kekurangan tenaga kerja, tapi kok yang nganggur juga banyak. Jadi kalau dikatakan tidak ada lapangan pekerjaan, saya mau tarik ke sini. Ini baru yang di sini. Belum yang ada di Kendal, Semarang, Demak, Boyolali, Sukoharjo," ungkap Gubernur.

 

Diakui Jawa Tengah semakin seksi untuk investasi. Beberapa investor pun berencana memindahkan usahanya ke provinsi ini. Karenanya hubungan industrial yang baik harus terus dijalin, terutama hubungan penusaha dan investor. Tidak hanya itu, daya dukung di sekitar Kota Semarang sebagai ibukota provinsi pun terus ditingkatkan, dengan menerapkan konsep metropolitan seperti di DKI Jakarta. Wilayah lain yang berpotensi juga terus dikembangkan. Seperti Boyolali, Cilacap, dan lainnya. Selain pengembangan wilayah, aspek transportasi dan infrastruktur terus didorong.

 

Direktur Utama PT KIW Mohamad Djajadi menjelaskan kawasan industri yang dikelolanya cukup strategis, serta mudah terjangkau pusat moda transportasi seperti bandara, pelabuhan laut, maupun stasiun kereta api. Untuk menarik investasi, pihaknya terus melakukan pembenahan infrastruktur internal dan menjadikannya kawasan industri yang siap pakai. Sekarang ini sejumlah bangunan pabrik siap pakai pun telah disiapkan untuk menjawab tantangan kebutuhan investor, lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Mulai dari listrik, air, saluran telepon, membantu perekrutan tenaga kerja, hingga pengurusan perizinan.

 

Dalam kunjungannya ke KIW, Gubernur menyempatkan untuk meninjau PT AST Indonesia yang memroduksi komponen elektrika, antara lain televisi merek Pioneer dan piano Roland, yang semuanya made in Indonesia. Perusahaan tersebut juga tengah mengembangkan bisnisnya ke bidang furniture yang telah memasuki pasar Jepang dan Australia.  (humas provinsi  jateng)

 


Undang Investor
Posting Date : 12 - 05 - 2014 | 15:04:13

Kawasan Industri Wijayakusuma Undang Investor Kembangkan Bisnis

 

 

 

Jakarta, EnergiToday -- Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang siap menyambut para investor baru untuk mengembangkan bisnis di Jawa Tengah di area kelola seluas 250 hektare.

 

Direktur Utama PT KIW (Persero), Mohamad Djajadi mengatakan kawasan yang dikelolanya terus membenahi dan mengelola infrastruktur guna memajukan industri. “Total pengembangan lahan mencapai 250 Ha, yang sudah dibebaskan 181,88 Ha untuk kawasan industri di satu lahan yang siap menerima investor baru,” jelas Mohamad seperti dilaporkan Harian Bisnis indonesia, belum lama ini.

 

KIW diketahui telah memroses pengembangan dua perusahaan garmen yang menanamkan modal masing-masinh diatas Rp 10 miliar. Kepastian masuknya industri garmen itu ditengarai juga terpengaruh lebih rendahnya upah tenaga kerja di Jateng.

 

Djajadi menyatakan, saat ini KIW telah menyerap 13.750 tenaga kerja dengan dukungan sarana prasarana kawasan industri yang diharapkan memenuhi standar manufaktur. Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan melalui pengelolaan limbah industri serta tata ruang.

 

 Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng, Yuni Astuti terus mendorong masuknya investor baru ke dalam satu kawasan ekonomi. (id/bi)

 


Peresmian PT Bina Busana Internusa 3
Posting Date : 30 - 04 - 2014 | 09:18:36

Peresmian PT Bina  Busana Internusa 3

 

PT Binabusana Internusa 3 Unit Semarang adalah sebuah  perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur garment berlokasi di Jl. Tugu Wijaya IV Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang. Direktur PT KIW Bapak Abdul Muis menghadiri jalanya seremonial peresmian PT Bina Busana Internusa 3, hari  Rabu 23/4/14.

 

 

Potong Pita : Jajaran Pimpinan PT Bina Busana Internusa 3 unit Semarang secara simbolis memotong pita di pintu Kantor BBI sebagai simbol perusahaan telah beroperasi

 

 

Dalam sejarah Binabusana Internusa Group membuka  usaha pakaian rumah sakit yang  dikirim ke Jepang. Untuk memenuhi standar produksi ekspor ke Jepang. Kebersihan dan ramah lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja  menjadi faktor kegiatan penunjang dalam  proses produksinya.

 

Potensi bisnis dan Pangsa pasar Binabusana Internusa juga masuk di wilayah Kawasan Eropa. Hasil produksinya adalah Fashion dan kaos olah raga. Management PT BBI selalu berusaha yang terbaik bersama dengan integritas, gairah, konsistensi , dan tim kerja yang solid untuk mencapai produk unggulan sehingga tak heran jika BBI telah memperoleh sertifikasi standarisasi internasional yaitu Gore-Tex dan BSI Api.

 

Binabusana Internusa juga melakukan upaya – upaya penghematan efisiensi energi dan Sumber Daya Alam lainnya dalam setiap langkah kegiatannya. Peningkatan Sumber Daya Karyawan melalui beberapa pelatihan yang berkesinambungan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan.

 

Keberadaan PT BBI di KIW  juga semakin memberikan dampak positif dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Semarang. Pabrik garment ini banyak menyerap tenaga kerja di Semarang Kendal dan sekitarnya. (Htn)