PT. Kawasan Industri Wijayakusuma

(Persero)


Menjual kavling Industri dan menyewakan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) kontak kami : Agus Santosa 081 228 507 00, Aris Marwiyanto 081 590 447 25                                                                                                                                                                                                                                 Misi KIW "Menjadi Pengembang Kawasan Industri yang Handal"                                                                                                                                                                                                                                




Lihat PT. Kawasan Industri Wijayakusuma di peta yang lebih besar

 Company Info >>

PT.  Kawasan Industri Wijayakusuma ( Persero ) adalah sebuah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha : Penjualan kapling industri dan persewaan gudang “.


Didesain dengan konsep kawasan industri yang terpadu, mandiri ramah lingkungan, bebas banjir dan siap pakai yang meliputi seluas 250 Ha.


Terletak ditepi jalan raya ekonomi utama Jakarta – Semarang, membuat kawasan ini menjadi kawasan yang strategis di Semarang.

 

Wijayakusuma Industrial area or PT. Kawasan Industri Wijayakusuma (PT.KIW),  is  owned by the country (BUMN) in the business are the sale of Industrial Plot and rend of Warehouse.

 

KIW has been designing with Industrial area concept which are united, independent, environmental - friendly, flood free and ready to use. The area covers 250 Ha.

 

It is located in the side of main economic road of Semarang - Jakarta, making the area be the most strategic Industrial Area in Semarang.

 

 


 Informasi >>
122 Rating BUMN 2014
Posting Date : 30 - 09 - 2014 | 15:09:26

Kado Ulang Tahun yang ke 25

 

Majalah ternama di Indonesia telah melansir berita tentang prestasi kinerja dari 122 BUMN di Indonesia. PT KIW merupakan salah satu BUMN yang saat ini usianya hampir memasuki 26 tahun dan sedang naik prestasinya, telah dirating oleh Biro Riset Infobank dengan hasil peringkat ke-2 dan meraih predikat "sangat bagus". Hasil ini bukan merupakan suatu kebetulan, tetapi merupakan buah dari usaha/perjuangan yang panjang.  Berita selengkapnya dicopas dari Majalah Infobank :

 

Tahun 2014 menjadi tahun penting bagi jajaran management dan karyawan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). Tahun ini perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pengelolaan Kawasan Industri di Jawa Tengah ini merayakan tahun perak atau tahun ke 25 kelahiran perusahaan yang kini dipimpin Mohamad Djajadi sebagai Direktur Utama tersebut.

 

Setidaknya ada dua “kado” istimewa untuk management dan karyawan KIW. Pertama kado panjang umur.  Usia 26 tahun  bukanlah waktu pendek untuk sebuah usaha yang berkesinambungan. KIW membuktikan mampu tumbuh. Tak sekedar tumbuh, tapi tumbuh dengan goresan prestasi. Kedua kado predikat kinerja “ Sangat Bagus”  dari hasil “ Rating 122 BUMN Versi Infobank 2014” dengan skor tertinggi kedua dari 122 BUMN yang di-rating.

 

Predikat sangat bagus layak disematkan pada KIW. Lihat saja, hampir semua komponen kinerja angka keuanganya mencetak angka positif. Di  pendapatan usaha misalnya KIW mampu meningkatkan pertumbuhan sebesar 87,79 % dan RP 27.8 miliar (2012) menjadi 51,61 miliar (2013).

 

Pendapatan sebesar itu turut melambungkan perolehan laba sebesar 145,66% dari Rp 10.38 miliar (2012) menjadi Rp. 25.49 miliar setahun kemudian. (Dikutip dari Majalah Infobank No 426 edisi September 2014

 

 


Informasi Perizinan Investasi Layanan Satu Pintu Ditata Ulang
Posting Date : 05 - 08 - 2014 | 11:36:46

 

Informasi  Perijinan Investasi Layanan Satu Pintu Ditata Ulang

 

Perijinan merupakan pemberian legalitas kepada seseorang / pelaku usaha / kegiatan tertentu, baik dalam bentuk ijin maupun tanda daftar usaha dan merupakan aturan yang harus diikuti agar tercapai suatu tatanan kehidupan masyarakat ekonomi, politik social dan budaya.

 

Kalangan dunia usaha sering mengeluhkan proses pelayanan perijinan oleh pemerintah yang berbelit-belit, tidak transparan, memakan waktu yang panjang  dan perlu biaya extra. Mereka sering bolak–balik dari satu kantor ke kantor lain hanya untuk mengurus suatu layanan perijinan. sehingga kinerja pelayanan umum secara keseluruhan menjadi buruk.

 

Masalah yang sering dihadapi dan  sering dikeluhkan  bagi kalangan dunia usaha adalah  ketidak jelasan prosedur, biaya dan waktu pemrosesan ijin yang tidak pasti selesainya, sehingga cost atau biaya  yang dikeluarkan sangat  tinggi.

 

Melihat begitu pentingnya,  perijinan adalah  sebagai  pintu masuk bagi para investor ke daerah yang harus segera dibenahi menjadi tantangan yang tidak sederhana, karena berawal dari perijinan yang tidak efisien harus di tata ulang yakni pro pasar (reformasi birokrasi), yaitu membangun sistem pelayanan perijinan yang akuntabel, transparan, partisipatif, efisien dan efektif serta ramah terhadap investor.

 

Kebijakan pemerintah Ini, merupakan kabar gembira bagi Kalangan dunia usaha  dengan adanya informasi dari Pemerintah akan menata ulang Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)  yang selama ini belum cukup efektif memperbaiki masalah perijinan investasi di  Indonesia secara menyeluruh.

 

 

Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengungkapkan tersebut seusai Rapat koordinasi Layanan Investasi di Jakarta  Jum’at (18/7). Hadir juga dalam rakor tersebut antara lain menteri Dalam Negeri  Gamawan Fauzi dan kepala Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) Mahendra Siregar.

 

Dalam rapat tersebut menhasilkan tiga poin kesepakatan untuk memperbaiki masalah Perijinan yang berada di Indonesia. Tiga poin tersebut antara lain Pembuatan pelayanan terpadu satu pintu, Penyederhanaan proses Perijinan, termasuk evaluasi disetiap kementerian, dan Pembentukan Lembaga penanaman Modal dan perijinan terpadu.

 

Chairul Tanjung mencontohkan, ke depan harapannya adalah makin banyak lagi usaha-usaha kecil yang memiliki akses pembiayaan atau mendirikan usaha dengan lebih mudah. "Jadi saya berharap perusahaan-perusahaan informal, perusahaan kecil, itu cukup punya satu lembar surat. Dengan satu lembar surat ini dia sudah bisa membuka account di bank, melakukan semua aktivitas," papar Chairul Tanjung.

 

Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi tersebut sebagai kebijakan strategis yang dijabarkan ke dalam program kegiatan dan tindakan yang lebih kongkrit sebagai terobosan untuk percepatan investasi.Salah satu kegiatan  atau tindakan yang sangat penting. ( Sumber : Info HKI  disunting oleh Hartono)

 


Larangan Pemberian Hadiah
Posting Date : 17 - 07 - 2014 | 08:56:40

 

KOMITMEN PT KIW (PERSERO)

TENTANG

LARANGAN PEMBERIAN  HADIAH KEPADA INSAN

 PT KIW (PERSERO)

 

Sesuai komitmen PT KIW (Persero) dalam menegakkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dan etika bisnis yang baik, dengan ini diberitahukan kepada semua stakeholders PT KIW (Persero) untuk tidak memberikan hadiah atau gratifikasi dalam bentuk apapun, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada Dewan Komisaris, Direksi, karyawan PT KIW (Persero).

 

Pihak-pihak yang mengetahui pelanggaran terhadap komitmen PT KIW (Persero) ini, dimohon untuk melaporkan melalui sarana pengaduan / whistle-blower   system di telepon 082-227-712-531 atau go_kiw@yahoo.com dengan sekurang-kurangnya mencantumkan identitas dan unit kerja insan PT KIW (Persero) yang menerima hadiah atau gratifikasi tersebut.

 

Kami sangat berterimakasih dan menghargai seluruh stakeholders  PT KIW (Persero) dalam menegakkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dan etika bisnis yang baik.

 

                                                                 Semarang , 17 Juli 2014

                                                                       PT KIW (Persero)

 

 

                                                                                Direksi


Pengertian Kawasan Industri
Posting Date : 13 - 06 - 2014 | 15:46:24

Pengertian Kawasan Industri dan Zona Industri

 

 Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  

Secara umum Masyarakat luas,  kadang belum bisa  membedakan Istilah Kawasan Industri dan Zona Industri dan bahkan dilingkungan dilingkungan pemerintah pun sering muncul kerancuan antara  Kawasan Industri (Industrial Estate) dengan Zona Industri (Industrial Zone ) pada kenyataanya yang terjadi di lapangan bahwa secara fisik bahwa Kawasan Industri itu telah berdiri sebelum regulasi yang mengatur tentang Kawasan Industri itu disahkan oleh pemerintah.

 

Berikut menurut penuturan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  Bapak Sanny Iskandar bahwa “ Konsep tentang Kawasan Industri dalam buku yang ditulis oleh William Bredo berjudul “ Industrial EstateTool for Industrialisation “ (Standford Research Institute, Menlo Park California 1960) ditulis sebagai berikut “ An Industrial Estate is a tract of land which is subdivided and developed according to comprehensive plan for the use of  community of industrial interprise the plan must make derails provision for the street and roods, transportation facilities and installation of utilities. The plan may provide for the erection of factory building in advance of sale or lease to occupants.

 

The plan must insure adequate control of the site and building through zoning, through private restrictions incorporated as legal requirement in the deeds of sale or lease, and through the provision of continuing management, all with a view to protecting the investment of both developer of estate and the tenants”

 

Sejarah perkembangan Kawasan Industri,  pada tahun 1960 konsep tersebut banyak diadopsi oleh Negara – negara  Asia yang akan mengembangkan Industrinya  seperti, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Singapura, India kemudian merambah ke Malaysia dan Indonesia.

 

Laju perkembangan Investasi dunia pada saat itu mulai bergerak di awal tahun 1970an sudah mulai memasuki kawasan Asia Pasifik Tengah. Kemudian situasi saat itu dimanfaatkan oleh Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. Mereka mulai menarik manfaat yang luar biasa mulai rancangan investasi dan pembangunan model Kawasan Industri ( Industrial Estate ) atau Kawasan Berikat (Bonded Zone), sehingga pertumbuhan industri manufaktur mulai berkembang.

 

Pembangunan Kawasan Industri yang kuat memerlukan berbagai infrastruktur seperti pengadaan lahan dan pendukungnya adalah Pelabuhan, Jalan, Listrik, telekomunikasi dan sejumlah fasilitas pendukung yang diperlukan bagi para  investor.

 

Penerapan kebijakan dinegara-negara tersebut dipaket dengan kebijakan yang sangat menarik serta dianggap mampu merangsang pertumbuhan investasi seperti Tax Holiday, One stop service dan sebagainya.  Pemerintah juga memberikan dukungan langsung pada tahap pengembangan  maupun pengelolaan Kawasan Industri. Keberadaan Kawasan Industri langsung dibawah badan atau Kementerian sehingga koordinasinya lebih mudah dalam pengadaan infrastuktur, pembuatan kebijakan dan kegiatan-kegiatan lain.

 

Di Indonesia pada tahun 1970an baru hanya dikenal oleh kalangan yang sangat terbatas Pemerintah membangun Kawasan Industri Pulogadung (JIEP) dengan tujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta, kemudian konsep ini berkembang ke daerah-daerah seperti di Jawa Tengah , Kawasan Industri Cilacap (KIC) kemudian sekarang berubah menjadi Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) di Surabaya ada (SIER dan PIER)  di Medan ada (KIM) dan di Makasar ada (KIMA).

 

Tahapan  ini adalah pra Kepres No. 53/1989 disebut dengan fase  pertama kemudian Pasca Kepres No. 53/1989 (1989-2009) dengan adanya keterlibatan sektor swasta pada pase ketiga yaitu pasca PP No 24/2009 (tahun 2009 dst). Adanya kewajiban Industri baru masuk Kawasan Industri.

 

Yang Membedakan antara Kawasan Industri dan Zona Industri yaitu secara resmi yaitu istilah Kawasan Industri diatur dalam Keputusan Presiden No. 53tahun 1989 tentang Kawasan Industri definisi ini sampai sekarang tetap sama dan terakhir dimuat dalam Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2009 adalah sebagai berikut :

 

 “ Kawasan Industri  adalah Kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri ”.

 

“Sedangkan kawasan pemukiman Industri didefinisikan sebagai bentangan lahan yang diperuntukan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan”.

 

Pemerintah telah menerbitkan PP No 24 tahun 2009 tentang kawasan industri dimana setiap perusahaan industry baru wajib berlokasi di dalam Kawasan Industri.( Sumber Info HKI disunting oleh Hartono)

 


Tenaga Handal untuk Pekerja Industri
Posting Date : 13 - 05 - 2014 | 10:25:49

 

Siapkan Tenaga Handal untuk Kawasan Industri

 

 

Dari Kiri : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Gubernur Jawa Tengah, Komisaris Utama dan Direktur Utama PT KIW 

 

 

SEMARANG - Sejumlah pengusaha masih mengeluhkan kurangnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) siap pakai. Padahal investasi di Jawa Tengah berkembang semakin pesat. Seperti yang disampaikan perwakilan PT Aparel One Indonesia Deni, pada Business Gathering se-Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dengan Gubernur Jawa Tengah, di KIW, Rabu (7/5).

 

Menurutnya, perusahaan garmen yang dikelolanya terus berkembang. Karenanya dibutuhkan tenaga kerja terampil yang cukup banyak. Pada tahun ini setidaknya dibutuhkan 2.000 karyawan. Dan pada tahun depan, karyawan yang dibutuhkan mencapai 3.000 orang. Namun, pihaknya kesulitan mencari tenaga kerja terampil di bidang garmen.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan ketrampilan (LPK). Bahkan perusahaan tersebut juga telah mendirikan training center. "Tapi kami masih kekurangan orang. Padahal infrastruktur, investor, dan buyers sudah oke. Tinggal man power-nya. Kami mohon agar Pak Gubernur bisa membantu," kata dia.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mencetak tenaga handal untuk disalurkan ke perusahaan. Apalagi, permintaan tenaga kerja siap pakai semakin meningkat seiring bergesernya investasi ke provinsi ini. Khusus untuk tenaga di bidang garmen, pemerintah provinsi secara rutin menyelenggarakan pelatihan singkat secara gratis. Cara semacam itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan garmen sekaligus mengurangi pengangguran di Jawa Tengah.

 

"Pola semacam itu terus saya dorong. Sebenarnya saya heran, banyak perusahaan kekurangan tenaga kerja, tapi kok yang nganggur juga banyak. Jadi kalau dikatakan tidak ada lapangan pekerjaan, saya mau tarik ke sini. Ini baru yang di sini. Belum yang ada di Kendal, Semarang, Demak, Boyolali, Sukoharjo," ungkap Gubernur.

 

Diakui Jawa Tengah semakin seksi untuk investasi. Beberapa investor pun berencana memindahkan usahanya ke provinsi ini. Karenanya hubungan industrial yang baik harus terus dijalin, terutama hubungan penusaha dan investor. Tidak hanya itu, daya dukung di sekitar Kota Semarang sebagai ibukota provinsi pun terus ditingkatkan, dengan menerapkan konsep metropolitan seperti di DKI Jakarta. Wilayah lain yang berpotensi juga terus dikembangkan. Seperti Boyolali, Cilacap, dan lainnya. Selain pengembangan wilayah, aspek transportasi dan infrastruktur terus didorong.

 

Direktur Utama PT KIW Mohamad Djajadi menjelaskan kawasan industri yang dikelolanya cukup strategis, serta mudah terjangkau pusat moda transportasi seperti bandara, pelabuhan laut, maupun stasiun kereta api. Untuk menarik investasi, pihaknya terus melakukan pembenahan infrastruktur internal dan menjadikannya kawasan industri yang siap pakai. Sekarang ini sejumlah bangunan pabrik siap pakai pun telah disiapkan untuk menjawab tantangan kebutuhan investor, lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Mulai dari listrik, air, saluran telepon, membantu perekrutan tenaga kerja, hingga pengurusan perizinan.

 

Dalam kunjungannya ke KIW, Gubernur menyempatkan untuk meninjau PT AST Indonesia yang memroduksi komponen elektrika, antara lain televisi merek Pioneer dan piano Roland, yang semuanya made in Indonesia. Perusahaan tersebut juga tengah mengembangkan bisnisnya ke bidang furniture yang telah memasuki pasar Jepang dan Australia.  (humas provinsi  jateng)